SELONG, Jangkarnews.org — Anggota Komisi III DPRD Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Saepul Bahri, membantah tudingan bahwa lembaganya mengabaikan perbaikan jalan rusak demi mempercantik gedung dewan. Ia menyebut alokasi anggaran pembangunan jalan tahun ini jauh lebih besar dibandingkan anggaran renovasi interior gedung DPRD yang menjadi sorotan.
Bantahan itu disampaikan Saepul menyusul desakan dari Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (DPC HIMMAH NWDI) Lombok Timur yang menilai DPRD keliru menentukan skala prioritas anggaran. Organisasi mahasiswa itu menyoroti sejumlah ruas jalan yang sudah lama rusak, di antaranya di Desa Wanasaba Lauk dan jalur Desa Pengadangan menuju Puskesmas Pengadangan, sementara DPRD tetap berencana merenovasi interior gedungnya.
Menurut Saepul, alokasi anggaran pembangunan jalan melalui skema tahun jamak pada tahun ini mencapai Rp 250 miliar untuk sekitar 55 ruas jalan. Jumlah itu jauh berbeda dibandingkan anggaran renovasi interior gedung dewan yang hanya sekitar Rp 1,28 miliar, atau sekitar 195 kali lebih kecil.
“Kalau kita berbicara tentang lebih prioritas mana, pembangunan jalan dengan alokasi anggaran untuk perbaikan gedung DPR sebenarnya jauh sekali. Dari sini saja sudah bisa kita lihat mana yang benar-benar prioritas,” kata Saepul, Jumat (26/6/2026).
Ia menambahkan, ruas-ruas jalan yang belum tertangani pada tahun ini, termasuk yang disampaikan HIMMAH NWDI, dapat diusulkan kembali untuk dimasukkan dalam perencanaan anggaran pada tahun-tahun mendatang.
Senada dengan itu, Koordinator Komisi III DPRD Lombok Timur, Waes, menyatakan pihaknya telah memberikan seluruh data yang diminta perwakilan HIMMAH NWDI terkait perencanaan pembangunan jalan. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran membuat seluruh ruas jalan tidak dapat diperbaiki sekaligus, melainkan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
“Pembangunan menggunakan skala prioritas, karena keterbatasan anggaran jadi tidak bisa semua sekaligus dikerjakan, namun bertahap, sehingga jalan yang diminta teman-teman memang sudah masuk di perencanaan 2027,” kata Waes, Sabtu (27/6/2026).
Sebelumnya, Ketua Umum DPC HIMMAH NWDI Lombok Timur, Muzan, menyebut DPRD Lombok Timur lebih memperhatikan keindahan gedung dewan ketimbang kondisi jalan yang sudah lama rusak. Ia mendesak agar anggota dewan lebih sering turun langsung melihat kondisi akses jalan di tingkat desa dan kecamatan, serta menghentikan rencana renovasi interior gedung.
Meski data yang disampaikan Saepul menunjukkan disparitas anggaran yang besar antara dua pos belanja tersebut, hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi mengenai mengapa renovasi interior gedung tetap dilanjutkan di tengah masih banyaknya ruas jalan rusak yang belum mendapat alokasi perbaikan pada tahun ini.
Beranda
Politik
DPRD Lombok Timur Bantah Abaikan Jalan Rusak, Sebut Anggaran Jalan 195 Kali Lipat Dana Renovasi Gedung
DPRD Lombok Timur Bantah Abaikan Jalan Rusak, Sebut Anggaran Jalan 195 Kali Lipat Dana Renovasi Gedung
Rekomendasi untuk kamu

NTB -Jangkarnews.org, Angka keracunan Program Makan Bergizi Gratis terus menanjak. Senator NTB menilai persoalan ini…

LOMBOK TIMUR, Jangkarnews.org — Kursi Ketua Fraksi Persatuan Rakyat di DPRD Kabupaten Lombok Timur menjadi…

LOMBOK TIMUR, Jangkarnews.org. Rapat paripurna DPRD kembali diwarnai interupsi keras soal nasib surat pergantian struktur…

Lombok Timur Dapat Hibah Bank Dunia Rp50 Miliar untuk Atasi Sampah, Penandatanganan Ditarget Oktober
LOMBOK TIMUR, Jangkarnews.org. Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bersiap menerima dana hibah senilai Rp50…

Lombok Timur, Jangkarnews.org — Selembar surat dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP)…






