Media Berita Profesional, Terpercaya & Akurat

MPLS SMAN 1 Terara Ajarkan Ketahanan Pangan lewat Program Tanam Cabai

Pendidikan

TERARA, LOMBOK TIMUR — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Terara tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, karakter, dan pemahaman peserta didik baru tentang ketahanan pangan. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah program menanam cabai, yang merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.

Kepala SMAN 1 Terara, Halid, S.Pd menyampaikan bahwa MPLS memiliki peran penting sebagai pintu gerbang awal bagi peserta didik baru dalam memulai perjalanan pendidikan mereka. Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman baru, tetapi juga memahami budaya serta tata tertib yang berlaku.

“MPLS bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi merupakan pintu gerbang awal bagi anak-anak untuk memulai perjalanan pendidikan mereka di SMAN 1 Terara,” ujarnya.

Ia berharap MPLS dapat menjadi ruang bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan nyaman, membangun persahabatan, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Nilai-nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat berprestasi juga diharapkan tertanam sejak awal siswa bergabung dengan keluarga besar SMANTRA, sebutan akrab bagi SMAN 1 Terara.

Edukasi Ketahanan Pangan dan Antisipasi Inflasi

Program menanam cabai yang digelar selama MPLS bertujuan mengedukasi peserta didik tentang ketahanan pangan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemahaman sederhana mengenai pengendalian inflasi melalui kegiatan menanam dan merawat cabai secara mandiri.

Salah satu peserta MPLS dari kelompok 3, Baiq Kira Aqila Saptia, mengaku mendapat banyak pengalaman baru selama mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk program pagi ceria berupa senam pagi serta menyanyikan lagu kebangsaan. Ia menilai kegiatan menanam cabai memberinya bekal ilmu pertanian yang dapat berguna di masa depan.

“Saat menanam cabai, saya merasa saya mendapatkan ilmu baru dari bidang pertanian yang mungkin suatu saat akan lebih berguna. Kita bisa membeli bibitnya saja dan menanam sendiri, jadi bisa lebih menghemat uang,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mengajarkan tanggung jawab dalam merawat tanaman yang ditanam.

Peserta lain, Asya Afara, menuturkan bahwa MPLS tahun ini berkesan karena diisi berbagai program seperti jalan sehat, senam pagi, dan penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, belajar, makan makanan bergizi, bermasyarakat, hingga tidur cepat.

“Dari kegiatan tanam cabai bersama kemarin, saya bisa menambah banyak wawasan baru dan juga pembentukan karakter untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menekan inflasi,” ujar Asya.

Ia menilai, rangkaian kegiatan MPLS turut melatih kepercayaan diri, memperluas relasi dengan teman dari latar belakang berbeda, serta mengasah kemampuan berpikir kritis melalui berbagai kuis dan permainan yang digelar sepanjang acara.

Sekolah Aman, Nyaman, dan Berprestasi

Kepala SMAN 1 Terara mengajak seluruh peserta didik baru untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, tempat belajar, bertumbuh, dan meraih cita-cita.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan SMANTRA sebagai sekolah yang aman, nyaman, ramah, berkarakter, dan berprestasi,” pungkasnya.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta MPLS sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari sesi permainan, kuis, hingga penutupan acara, yang turut memperkuat kekompakan antarsiswa baru SMAN 1 Terara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *