NTB-Jangkarnews.org. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat langkah merealisasikan program beasiswa, magang, dan penempatan kerja ke Jepang bagi generasi muda daerah tersebut. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB menggelar pertemuan konsolidasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI di Ruang Rapat PPSDM Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan, memimpin langsung pertemuan yang disebut sebagai tindak lanjut arahan Gubernur NTB dan Menteri Desa PDT itu. Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan 2.140 calon peserta yang diproyeksikan mengikuti program magang, kerja, maupun beasiswa ke Jepang.
“Konsolidasi hari ini sangat penting untuk memastikan seluruh regulasi, kesiapan teknis, dan skema pemberangkatan berjalan selaras dengan prioritas nasional,” ujar Aidy.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang diluncurkan Menteri Desa PDT pada 16 April 2026 di Islamic Center NTB, sekaligus menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disnakertrans NTB dengan mitra pengelola program beasiswa.
Program di Bawah Kendali Langsung Kementerian
Rombongan Disnakertrans NTB diterima oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Desa dan Daerah Tertinggal pada Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Kemendes PDT, Dicky Yosepial, didampingi Staf PPSDM Alfa Ardiansyah beserta Tim Kerja PPSDM. Turut hadir Tenaga Ahli Komisi V DPR RI Prio Pamungkas, serta pemilik Kurma Adzwa Farm yang juga menjabat Kepala Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia, Ikhsan Davit Wijaya.
Dicky menegaskan program ini menjadi agenda prioritas kementerian dalam membina 75.266 desa di seluruh Indonesia, sehingga tata kelola dan kelembagaan program harus dipastikan clear and clean.
Sementara itu, Ikhsan menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut telah mengalami penguatan kelembagaan. Yayasan Kurma Adzwa Farm, kata dia, resmi bertransformasi menjadi Yayasan Serbaindo dan seluruh tata kelolanya kini berada di bawah naungan Kemendes PDT.
“Berbeda dengan LPK umum, kerja sama beasiswa sekolah profesi untuk NTB ini mematok standar kualifikasi bahasa Jepang level N3, dengan nilai kuota beasiswa mencapai sekitar Rp900 juta per peserta,” kata Ikhsan.
Skema Pendaftaran dan Syarat Peserta
Ikhsan memaparkan, pendaftaran program dilakukan secara daring melalui akun mandiri dengan memanfaatkan kode rujukan mitra dari Pemprov NTB. Batas usia peserta ditetapkan maksimal 26 tahun, dengan jadwal pemberangkatan rutin setiap April dan Oktober.
Untuk periode tahun ini, peserta yang telah mencapai kualifikasi bahasa Jepang N3 hingga Februari akan langsung diproses menerima beasiswa. Bagi yang belum memenuhi standar tersebut, tersedia opsi keberangkatan lebih awal untuk pendalaman bahasa hingga level N3 langsung di Jepang.
Disnakertrans NTB menyebut sinergi ini juga membuka peluang bagi pemuda NTB untuk memanfaatkan kuota nasional sektor medis yang mencapai 30.000 orang, sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia daerah yang berdaya saing di tingkat global.[YNH, MHD]
Beranda
Pemerintahan
Disnakertrans NTB Konsolidasi dengan Kemendes PDT, Siapkan 2.140 Pemuda ke Jepang
Disnakertrans NTB Konsolidasi dengan Kemendes PDT, Siapkan 2.140 Pemuda ke Jepang
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Jangkarnews.org-Komisi Informasi (KI) Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyelesaikan verifikasi pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ)…

NTB-Jangkarnews.org. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid,…

Lombok Tengah — Jangkarnews.org, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggandeng Komisi Informasi (KI) Provinsi Nusa Tenggara…

LOMBOK TIMUR, Jangkarnews.org. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul…

LOMBOK TIMUR, Jangkarnews.org — Roda pemerintahan Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, memasuki babak baru. Pada…






