Lombok Timur, NTB — Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, luas areal pertanaman tembakau di provinsi ini mencapai 34 ribu hektare dengan total produksi tahunan yang menyentuh angka sekitar 55 ribu ton. Komoditas unggulan yang menjadi andalan sebagian besar petani adalah dua jenis tembakau berkualitas tinggi, yaitu Tembakau Virginia dan Tembakau Rajangan atau yang lebih dikenal sebagai tembakau rakyat.
Secara geografis, pusat budi daya tembakau selama ini terpusat di wilayah Pulau Lombok, khususnya meliputi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan sebagian wilayah Lombok Barat. Namun seiring berjalannya waktu dan meningkatnya permintaan pasar, wilayah pengembangan tanaman tembakau kini mulai bergeser dan meluas hingga menjangkau wilayah Pulau Sumbawa. Perkembangan ini menunjukkan bahwa potensi tembakau NTB terus tumbuh dan menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan di berbagai wilayah.
Kualitas tembakau yang dihasilkan oleh petani NTB tidak hanya dikenal di pasar dalam negeri, tetapi juga telah mendapatkan pengakuan dan kepercayaan di pasar dunia. Hal ini membuka peluang kerja sama dan kemitraan yang luas dengan berbagai pelaku usaha, perusahaan pengolah, dan pedagang tembakau dari dalam maupun luar negeri. Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, para petani tembakau di lapangan menyadari bahwa mereka masih menghadapi sejumlah tantangan yang tidak dapat diselesaikan secara individu atau dalam kelompok kecil saja.
Fluktuasi harga yang tidak menentu, keterbatasan akses terhadap sarana produksi, minimnya informasi pasar, hingga kesulitan dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait menjadi sejumlah kendala yang kerap dirasakan. Dari kesadaran akan kondisi inilah, tumbuh semangat untuk bersatu. Beberapa puluh petani yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan di wilayah penghasil tembakau akhirnya berinisiatif menyatukan langkah dan membentuk sebuah wadah kolektif.
Melalui kesepakatan bersama, secara resmi dideklarasikan keberadaan Perhimpunan Petani Tembako NTB. Perhimpunan ini hadir bukan sekadar sebagai komunitas sosial biasa, melainkan sebagai sarana utama dan alat perjuangan yang berfungsi menampung seluruh aspirasi, kebutuhan, serta harapan para petani. Tujuan pendiriannya sangat jelas, yaitu mendorong peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh kelompok tani tembakau di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
Keberadaan perhimpunan ini diharapkan menjadi ruang yang aman, terbuka, dan demokratis, di mana setiap suara petani dapat didengar, dibahas, dan diperjuangkan secara bersama-sama. Gerakan ini menjadi tonggak sejarah baru agar kepentingan para petani tidak lagi terabaikan di tengah arus dinamika pasar dan kebijakan pembangunan yang ada.
Ke depan, perhimpunan telah menyusun sejumlah program dan isu strategis yang akan didorong secara terus-menerus dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan secara tegas oleh salah satu inisiator, Samsul Hasan Basri. Ia menegaskan bahwa fokus utama perjuangan organisasi ini meliputi pemenuhan jaminan ketenagakerjaan yang layak dan adil, kepastian ketersediaan pupuk bersubsidi serta sarana produksi lainnya, hingga kemudahan akses terhadap berbagai kebijakan dan program pertanian yang berpihak sepenuhnya kepada petani.
Lebih lanjut, Samsul Hasan Basri menjelaskan bahwa perhimpunan juga akan berperan aktif sebagai jembatan penghubung antara petani dengan seluruh mitra pengusaha juga pemerintah. “Lembaga ini akan menjadi sarana penghubung dan transfer informasi terbaru kepada petani, dan berbagai program kemitraan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Lombok dan sekitarnya.” Ulas samsul pada saat diskusi.
Melalui jaringan yang terstruktur, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan informasi yang merugikan petani dalam setiap tahap proses budi daya hingga pemasaran hasil panen.
Dengan terbentuknya wadah yang resmi dan terorganisir ini, tumbuh keyakinan kuat dari seluruh anggotanya bahwa kepentingan petani tembakau NTB akan memiliki posisi yang lebih tegak dan dihargai. Melalui perhimpunan ini, akan terbangun akses yang setara serta kemitraan strategis yang saling menguatkan, baik dengan pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan maupun dengan dunia usaha dalam pengembangan usaha dan penyerapan hasil produksi.
Semangat kebersamaan dan kekuatan kolektif inilah yang menjadi modal utama. Diharapkan, ke depan komoditas tembakau NTB tidak hanya tetap menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga terus menjadi sumber kehidupan yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi ribuan keluarga petani yang menggantungkan nasibnya pada tanaman unggulan di bumi Nusa Tenggara Barat.
Deklarasi Perhimpunan Petani Tembako NTB: Wadah Bersatu Perkuat Posisi dan Kesejahteraan Petani





