Media Berita Profesional, Terpercaya & Akurat
Sosek  

Aliansi Rakyat NTB: Dukungan Tulus untuk Program Pemenuhan Gizi Generasi Sehat dan Cerdas

MATARAM — Jangkarnews.org. Di bawah terik matahari Mataram, Senin (22/6/2026), ribuan orang berjalan kaki dari Islamic Center menuju Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka membawa poster bertuliskan “MBG Harga Mati” dan “Jangan Halangi Presiden Kasih Rakyatnya Makan”. Long march itu berujung di halaman kantor gubernur, tempat Lalu Muhamad Iqbal akhirnya naik ke atas mobil komando untuk menemui massa.

Soliditas aksi tampak kian menyatu ketika ratusan rombongan peserta aksi mulai berbaris memadati ruas jalan langko-pejanggik. Para koordinator lapangan terus menyerukan orasi dukungan program MBG kepada seluruh massa aksi yang berbaris rapi menuju kantor Gubermur NTB.

Berdasarkan pantauan lapangan, massa aksi datang dari berbagai kalangan: relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemilik yayasan atau dapur MBG, anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), hingga emak-emak dan anak muda yang bekerja sebagai relawan dapur.

Koordinator Umum aksi, Sawaludin menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto melanjutkan MBG sebagai program strategis nasional.

Sementara koordinator lapangan, Andra Ashadi menyebut dalam korespondensi dengan media ini, menjelaskan logika dasar yang menurutnya menjadi alasan program ini harus dipertahankan adalah dampaknya yang luas bagi masyarakat.

“Program MBG harus tetap dilanjutkan negara karena prasyarat untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045, generasi hari ini harus sehat dan cerdas,” kata Andra. Menurutnya, skema MBG bukan sekadar soal makan gratis, melainkan memiliki efek domino berupa penciptaan lapangan kerja, termasuk menyerap “jutaan rakyat” secara nasional yang menurutnya berpotensi bekerja sebagai buruh migran di luar negeri.

Klaim itu sejalan dengan apa yang disampaikan Sawaludin saat berorasi di depan massa, yang menyebut MBG “membuka jutaan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah”.

Berdasarkan hasil korespondensi media ini dengan andra terkait jumlah massa yang turun diperkirakan di atas puluhan ribu. “Kurang tahu pastinya, cuma target kita 100 ribu orang, tetapi laporan terakhir para komandan lapangan (danlap) lebih-kurang disekira 150 ribu”.

Andra menambahkan bahwa aksi senin pagi itu melibatkan relawan yang berasal dari pulau lombok. Aksi dengan nama “Aliansi Rakyat NTB dukung MBG” itu dilakukan dengan alasan bahwa negara ini harus bergerak maju untuk berdiri di kaki nya sendiri, yg sebelum2 nya ruang dan kesempatan itu hanya di berikan ke pengusaha luar negri, dan sekarang benar2 terlihat pengusaha kecil dan menengah pun di berikan kesempatan jd investor. Jelas eks aktivis LMND tersebut.

Saat massa aksi ditemui Gubermur NTB, Lalu, M. Ikbal didepan kantornya ia menyampaikan apresiasi dan dukungan maksimal untuk menyampaikan aspirasi itu ke pemerintah pusat. “Saya berterima kasih kepada seluruh peserta aksi sudah mengorganisir aksi ini dengan baik sehingga berjalan dengan damai”. Ia juga menyatakan bahwa aspirasi massa aksi sudah didengar dan akan disampaikan kepada pemerintah pusat. “Provinsi adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat, apa yang menjadi perhatian pemerintah pusat juga menjadi perhatian pemerintah provinsi”. Jelasnya kepada seluruh massa aksi.

Massa aksi yang dikonsentrasikan di depan kantor Gubernur kemudian membubarkan diri secara tertib setelah Gubermur NTB menyampaikan sambutanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *